Monday, October 25, 2010

16 Oktober 2010

Telah Q pilih jalan ini meski sendiri melewati waktu yg menyiksa. Lelah mencari jawaban atas keadaan saat ini hingga Q terombang-ambing kebimbangan. HatiQ hampa karena mengikuti kata hati meski begitu kata hati ini tersimpan rapi dalam diam. Tak mudah melepaskan semua ini karena sekarang telah terasa berbeda, membuat apapun menjadi tanpa makna.

15 Oktober 2010

Tetesan air mataQ tak membuat sesakNa dada ini lenyap begitu saja. Waktu membuat semuaNa menjadi lebih berat & waktu jua yg membuat semuaNa menjadi hampa. Selalu saja ada pertanyaan tak terjawab yg menyelimuti alunan sendu kehidupan ini.
Ya Allah.. pencipta segala makhluk dimuka bumi ini, Q bersimpuh dengan raga & jiwa yg penuh dosa, memohon kelimpahan kesabaran atas waktu yg terjadi saat ini. Q tak kuasa menanggung alasan atas pilihan yg telah Q ambil, oleh karenaNa sudilah Engkau meringankan sesak dada ini agar Q tak berbuat sesuatu yg Engkau murkai.

14 Oktober 2010

Kejadian yg menyesakkan itu terulang lg, kini menjadi 3x. Entah mengapa sekarang mesti terulang, Q tetap tak bisa memahamiNa. Q masih terlalu bodoh untuk mengerti apa yg terjadi.
Isak tangisQ sangat menyesakkan, apalagi bunda menjadi saksi 3x peristiwa ini. Maaf bunda, anak lelaki mu ini terlalu egois dengan mengikuti hati nuraniNa daripada menuruti nasehat yg bunda berikan. Maaf bunda jika Q belum bisa menjadi kebanggaan keluarga. Maaf jika keputusanQ ini membuat kecewa.
Anak lelaki mu ini hanya bisa meminta maaf-pengertian & dukungan dari bunda. Karena Q  masih bodoh bunda...

Followers